Kabarberitaindonesia99 - Beberapa usaha dikerjakan Direktorat Jenderal Prasarana serta Fasilitas Pertanian (Ditjen PSP) Kementrian Pertanian dalam mengangkat produksi padi, jagung serta kedelai (pajale). Dari mulai memberi pertolongan fasilitas ataupun prasarana s/d pendampingan petani untuk membuahkan produksi dengan baik.
Satu bentuk kesuksesan program pemerintah itu tampak waktu panen jagung di Desa Sindurejo Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Senin (25/) pagi. Panen ini diterima dengan perasaan sukur serta suka ria oleh penduduk ditempat.
Ada di acara itu Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana serta Fasilitas Pertanian Kementrian Pertanian Mulyadi Hendiawan, Wakil Bupati Asisten Pemerintahan serta Kesejahteraan Penduduk Abdul Rachman, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura serta Perkebunan Kabupaten Malang Budiar, perwakilan Dandim 0818, Kepala Desa Sindurejo serta masyarakat seputar.
Berdasar pada data, tempat pada panen perdana jagung di Desa Sindurejo mempunyai hamparan tanaman jagung seluas 200 hektar, sedang tempat yang ditanami jagung di Kecamatan Gedangan seluas 2000 hektar.
Pada panen jagung ini Ditjen PSP memberikan pertolongan berbentuk hand traktor, hand sprayer serta ganclong.
Sekretaris Ditjen PSP Kementan Mulyadi Hendiawan menjelaskan dianya bersukur petani, terutamanya di daerah Malang, meskipun lahannya tidak demikian subur tapi petani jagung ini dapat menanam jagung dengan baik. Produksinya bagus juga hingga hampir di semua wilayah-wilayah di pegunungan yang ditanami semua dapat dipanen.
"Berarti kita mesti mengapresiasi mereka jika mereka mengagumkan. Bertanam dengan bagus, produksi dengan bagus serta akhirnya pun mengagumkan bagus," kata Mulyadi.
"Harga pun tidak jadi masalah. Hampir semuanya diatas harga inpres serta pasarnya banyak juga. Saya lihat petani di tempat ini telah kerja dengan bagus. Pemerintah berterima kasih atas kedahsyatan petani yang ada di tempat ini hingga Jawa Timur jadi salah satunya lumbung jagung paling besar di Indonesia," papar Mulyadi.
Saat di tanya pertolongan apa yang telah dikasihkan pemerintah pada petani di Desa Sindurejo, Mulyadi menjelaskan pertolongan dari Ditjen PSP banyak di salurkan melalui rehab jaringan irigasi. Lalu traktor, ada pula pompa, tranplater, hand sprayer serta kompliter telah dialirkan dengan baik.
"Tinggal saat ini kita lakukan pendampingan pengawalan agar harga tidak jatuh. Dengan begitu petani memperoleh harga yang bagus serta dapat bertanam dengan baik," kata Mulyadi.
Di tanya mengenai tujuan pemerintah terutamanya Ditjen Prasarana serta Fasilitas Pertanian pada komoditas jagung, Mulyadi menjelaskan tujuan tahun 2018 sampai hampir 3 juta ton untuk semua Indonesia.
"Tahun 2019 ini mungkin kita targetkan seputar 3,3 juta ton, serta itu saat ini mencakup daerah Gorontalo, Sulawesi Utara, daerah daerah sentra Jawa Tengah, Jawa Timur," kata Mulyadi.
“Kita mengharap kita dapat penuhi semua keperluan serta bahkan juga kita dapat export. Pak Menteri telah mencanangkan akan export ke lokasi Philipina, Malaysia. Saat ini panen mengagumkan serentak di daerah Jawa serta luar Jawa.” Tutur Mulyadi